Meluruskan Makna Wali Allah dan Mengenal Wali Setan
penulis Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi
Syariah Kajian Utama 12 - Februari - 2004 00:46:00
Di masyarakat wali adl gelar yg memiliki prestise tinggi. Orang yg sudah mencapai derajat wali segala tindakan dan ucapan bak titah raja harus diterima dan dilaksanakan meski tdk jarang melanggar syariat. Mesti keadaan ini tdk terjadi bila masyarakat paham bahwa tdk semua orang yg dianggap sebagai wali adl wali Allah .
Adalah perkara yg lumrah bila kita mendengar kata-kata wali Allah . Di sisi lain terkadang menjadi sesuatu yg asing bila disebut kata wali setan. Itulah yg sering kita jumpai di antara kaum muslimin. Bahkan sering menjadi sesuatu yg aneh bagi mereka kalau mendengar kata wali setan. Fakta ini menggambarkan betapa jauh persepsi saudara kita kaum muslimin dari pemahaman yg benar tentang hakikat wali Allah  dan lawan wali setan.
Dalam gambaran kebanyakan orang wali Allah adl tiap orang yg bisa mengeluarkan keanehan dan mempertontonkan sesuai permintaan. Selain itu ia juga termasuk orang yg suka mengerjakan shalat lima waktu atau terlihat memiliki ilmu agama. Bagi siapa yg memiliki ciri-ciri tersebut mk akan mudah bagi utk menyandang gelar wali Allah  sekalipun dia melakukan kesyirikan dan kebid’ahan.
Pembahasan singkat ini akan mengajak pembaca mengetahui hakikat wali Allah dan juga menjelaskan bahwa di samping wali Allah  ada wali setan. Sekaligus tulisan ini membantah dan membimbing dua kelompok manusia dan selain mereka -akan disebut di bawah ini- utk kemudian menumbuhkan keyakinan agar mereka kembali beriman dan bertakwa kepada Allah insya Allah.
Pertama sebagai bantahan terhadap dua kelompok yg telah keluar dari pemahaman yg benar tentang hakikat wali Allah . Dua kelompok itu adl sebagai berikut:
a. Ahli Tafrith yaitu orang2 yg menganggap enteng dan meremehkan orang yg beriman dan bertakwa. Kedudukan wali Allah di hadapan ahli tafrith tdk jauh beda dgn pelaku maksiat pelaku kesyirikan dan kebid’ahan. Padahal Allah menyatakan:
“Apakah patut Kami menjadikan orang2 Islam itu sama dgn orang2 yg berdosa?”
“Patutkah Kami menjadikan orang2 yg beriman dan mengerjakan amal shalih sama dgn orang2 yg berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menjadikan orang2 yg bertakwa sama dgn orang2 yg berbuat maksiat?”
b. Ahli Ifrath yaitu orang2 yg berlebihan dlm menyikapi wali Allah termasuk juga orang2 yg mengkultuskan wali Allah  tersebut sehingga mengangkat ke derajat ilah . Diserahkan kepada beraneka ragam peribadatan seperti cinta takut pengagungan harapan doa penyembelihan dsb.
Kedua membimbing orang2 yg keliru dlm memberikan pangkat kewalian kepada orang yg tdk pantas mendapatkannya. Padahal gelar yg pantas diberikan kepada adl wali setan. Jumlah yg seperti ini di masyarakat sangatlah banyak.
Ketiga memberikan kabar gembira bagi orang2 yg beriman dan bertakwa bahwa selama dia berada di atas iman dan takwa mk dia tetap dlm kewalian Allah. Walaupun derajat kewalian itu berbeda-beda pada tiap orang tergantung tinggi rendah iman dan takwanya.
Definisi Wali
Kata ‘wali’ bila ditinjau dari segi bahasa berasal dari kata ‘al-wilayah’ yg arti adl ‘kekuasaan’ dan ‘daerah’ sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Sikkit t. Atau terambil dari kata ‘al-walayah’ yg berarti pertolongan.
Menurut syariat wali arti kedudukan yg tinggi di dlm agama yg tdk akan dicapai kecuali oleh orang2 yg melaksanakan tuntunan agama baik secara lahir maupun batin.
Dari sini wilayah memiliki dua sisi pandang:
Pertama sisi yg terkait dgn hamba yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan kemudian secara bertahap dia meningkatkan ubudiyah kepada Allah dgn amalan-amalan sunnah.
Kedua sisi yg terkait dgn Allah yaitu Allah akan mencintai dia menolong dan mengokohkan di atas sikap istiqamah.
Siapakah Wali Allah ?
Al-Imam Ath-Thabari t mengatakan: “Wali Allah adl orang yg memiliki sifat seperti yg telah disebutkan Allah yaitu beriman dan bertakwa.”
Ibnu Katsir t mengatakan: “Wali-wali-Nya adl mereka yg beriman dan bertakwa sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah  tentang mereka sehingga tiap orang yg bertakwa adl wali-Nya.”
Al-Baidhawi t berkata: “Wali Allah adalah orang2 yg mewujudkan ketaatan kepada Allah dan orang2 yg diberikan segala bentuk karamah.”
Ibnu Rajab Al-Hambali t mengatakan: “Wali Allah  adl orang2 yg mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amalan yg bisa mendekatkan diri kepada-Nya.”
Ibnu Abil ‘Izzi t berkata: “Wali Allah adalah orang yg selalu melaksanakan segala yg dicintai Allah  dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya dgn segala perkara yg diridhai-Nya.”
Al-Hafidz Ibnu Hajar t mengatakan: “Wali Allah adalah orang yg berilmu tentang Allah dan dia terus-menerus di atas ketaatan kepada-Nya dgn mengikhlaskan peribadatan.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Wali Allah adalah orang yg beriman dan bertakwa.” dlm kesempatan lain beliau berkata: “Mereka adl orang2 yg beriman dan ber-wala’ kepada Allah . Mereka mencintai apa-apa yg dicintai-Nya membenci apa-apa yg dibenci-Nya ridha terhadap apa-apa yg diridhai-Nya murka terhadap apa-apa yg dimurkai-Nya memerintahkan kepada apa-apa yg diperintahkan-Nya mencegah apa-apa yg dicegah-Nya memberi kepada orang yg Dia cinta utk diberi dan tdk memberi kepada siapa yg Dia larang utk diberi.”
Al-Hafidz Ibnu Ahmad Al-Hakami t mengatakan: “Wali Allah adalah tiap orang yg beriman kepada Allah  bertakwa kepada-Nya dan mengikuti Rasulullah .”
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin t berkata: “Wali Allah adl orang2 yg telah dijelaskan dlm firman-Nya .” Kemudian beliau menukilkan ucapan Ibnu Taimiyyah t: “Barang siapa yg beriman dan bertakwa mk dia adl wali Allah .”
Dari beberapa ucapan ulama di atas sangat jelas bagi kita siapa yg dimaksud dgn wali Allah . Semua ucapan ulama tersebut tdk saling bertentangan walaupun ungkapan berbeda-beda. Semua pendapat mereka bermuara pada firman Allah :
“Ingatlah sesungguh wali-wali Allah itu tdk ada kekhawatiran pada mereka dan tdk pula mereka bersedih hati. Yaitu orang2 yg beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Al-Furqan dlm kitab Majmu’atut Tauhid hal. 339)
Siapakah Wali Setan?
Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu t berkata: “Wali setan adl orang2 yg menyelisihi Allah dan orang2 yg tdk mematuhi anjuran Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka adl ahli bid’ah berdoa kepada selain Allah  mengingkari kemahatinggian Allah di atas ‘Arsy-Nya memukul tubuh mereka dgn besi memakan api dan lain dari amalan-amalan orang Majusi dan setan.”
Allah  telah menjelaskan dlm Al Qur’an dlm banyak ayat tentang ciri-ciri dan sifat mereka serta apa yg diperbuat oleh tentara-tentaranya.
Dalil-dalil Ada Wali Setan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t membawakan dalil yg banyak tentang keberadaan wali setan di dlm kitab beliau Al-Furqan Baina Auliya Ar-Rahman wa Auliya Asy-Syaithan sebagaimana beliau juga membawakan dalil tentang wali Allah ciri-ciri mereka dan karamah yg Allah berikan kepada mereka.
Allah  berfirman:
“orang2 yg beriman berperang di jalan Allah dan orang2 kafir berperang di jalan thaghut krn itu perangilah wali-wali setan krn sesungguh tipu daya setan lemah.”
“Barangsiapa menjadikan setan sebagai wali selain Allah mk ia menderita kerugian yg nyata.”
“Sesungguh mereka tdk lain adl setan yg menakut-nakuti wali-wali krn itu janganlah kalian takut kepada mereka jika kalian benar-benar orang yg beriman.”
“Sesungguh Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang2 yg tdk beriman.”
Masih banyak lagi nash yg menjelaskan keberadaan wali setan di tengah-tengah orang yg beriman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Barangsiapa yg mengaku cinta kepada Allah dan ber-wala’ kepada-Nya namun dia tdk mengikuti Rasulullah  mk dia bukan wali Allah . Bahkan barangsiapa yg menyelisihi Rasulullah mk dia adl musuh Allah dan wali setan.”
Kemudian beliau berkata: “Walaupun kebanyakan orang menyangka mereka atau selain mereka adl wali Allah . mereka bukanlah wali Allah .”
Wallahu a’lam. 
Sumber: www.asysyariah.com

Drive Blocker derajat kewalian mengenal wali allah mss makna wali allah ciri ciri wali pengertian wali ALLAH amalan wali allah amalan para wali allah doa meluruskan sof pengertian wali