Minggu, 14 November 2010

konsul kesehatan tentang bronchitis

  • Bronkitis Kronis (Peradangan Saluran Nafas Bawah Menahun)
    Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>
    Kata ‘bronkitis’ sangat sering diucapkan oleh mereka yang mengalami penyakit paru, bahkan digunakan dengan salah, karena kata ‘bronkitis’ menjadi ‘kata halus’ untuk penyakit infeksi tuberkulosis (TBC) paru, padahal keduanya adalah penyakit yang berbeda.
    Sebenarnya, bronkitis terdiri dari 2 macam, yaitu yang akut (segera) & kronis (menahun). Kali ini yang dibahas adalah mengenai bronkitis kronis.
    Bronkitis kronis adalah penyakit peradangan dari saluran nafas (bronkus) di paru-paru yang menahun. Ketika saluran nafas mengalami peradangan, terbentuk dahak tebal di dindingnya, sehingga terjadilah batuk berdahak & sesak nafas menahun, kadang disertai nyeri dada.
    Bronkitis kronis paling sering disebabkan oleh merokok, selain itu dapat juga disebabkan oleh pencemaran udara dalam waktu lama, misalnya cemaran kimia & debu di udara. Asap rokok atau pencemaran udara menyebabkan peradangan pada saluran nafas yang dalam waktu lama akan menyebabkan bronkitis kronis.
    Kerusakan paru yang disebabkan oleh bronkitis kronis dapat terlihat pada pemeriksaan penunjang seperti tes fungsi paru, foto rontgen dada, & tes darah, yang biasanya diminta oleh dokter.
    Pengobatan bronkitis kronis sebaiknya dengan petunjuk dokter. Sehingga, jika mengalami gejala batuk berdahak & sesak nafas dalam waktu lama, segera berkonsultasi dengan dokter langganannya. Ketika gejala-gejala tersebut muncul, dokter biasanya akan meresepkan obat-obat yang bersifat melebarkan saluran nafas sehingga sesak nafas dapat berkurang, biasanya dapat disertai obat pengencer dahak. Kadang, diperlukan pemberian oksigen untuk sesak nafas yang berat.
    Obat antibiotik biasanya tidak diperlukan dalam pengobatan bronkitis kronis, terkecuali jika ditemukan infeksi saluran nafas yang menyertai, yang biasanya ditandai dengan demam & banyak dahak yang berwarna kuning atau hijau.
    Cara untuk menghindari terkena bronkitis kronis atau kambuhnya penyakit tersebut adalah menghindari faktor pencetusnya. Jika bronkitis kronis disebabkan oleh merokok, berhentilah merokok. Jika disebabkan oleh pencemaran udara yang menyebabkan peradangan saluran nafas, hindari zat pencemar udara yang menyebabkan peradangan saluran nafas tersebut.
    Selain itu, berolahraga secara rutin dapat membantu memperkuat otot-otot pernafasan sehingga penderita bronkitis kronis dapat bernafas lebih baik.
    (c)KonsulSehat.web.id
    Posted by admin @ 3:02 pm

4 Responses

WP_Blue_Mist
  • Suhadi Says:
    Mohon maaf sebelumnya, 2 hari yng lalu sy d Vonis dokter terkena bronkitis kronis, sedangkan saya punyas anaka kecil yg mdih berumur 9 bulan, apakah batuk ini dapat menular?trus saya bukan perokok, tp banyak teman sy yg merokok, apakah itu faktr pencetus sy terkena bronkitis? yg saya heran, batuk sy tidak berdahak, sy tidak sesak, tp batuk udah luma sekali, hampir 2 bulan, kira kria kenapa ya? sebelumnya saya ucapkan terimakasih
  • Luqman Hakim Says:
    Saya penderita Bronkitis kronis,saya tidak merokok,kebetulan saya bekerja di sebuah perusahaan pemintalan yang kadang suka berhadapan langsung dengan debu dari serat/kapas,kalau lagi kambuh saya sering mengalami sesak napas yang berat,kadang dada juga nyeri.Selama ini saya biasanya meminum obat dari resep yang sering diberikan oleh dokter yang dlu menangani saya ketika saya sering kontrol ke salahsatu RS swasta di daerah saya.Yang saya mau tanyakan:
    1.adakah dampak yang besar dari debu serat/kapas yang tanpa saya sadari mungkin sering masuk ke saluran pernapasan melalui hidung,ketika saya tidak menggunakan masker
    2.Apakah penyakit saya ini merupakan penyakit turunan,sehingga di kemudian hari akan mengancam anak-anak saya ?
    Sekian dan terimakasih
  • ega Says:
    Saya mau bertanya, apakah ada obat/alternative yang dapat menyembuhkan bronkitis kronis yang oleh dokter sudah divonis paling lama bisa bertahan untuk hidup 2 tahun?Jika ada saya mohon segera diinformasikan karena ini menyangkut hidup kakak saya.
  • ita Says:
    Saya sudah lama divonis penyakit bronkitis kronis, dan sudah berobat kemana-mana. sekarang saya berobat dengan dokter spesialis.sudah 10 bulan minum obat.bulan pertama minum obat ada perubahan (lebih baik), tapi kalau saya kena debu, seperti naik motor maka badanpun jadi demam dan batuk nya pun kambuh lagi,dan saya lihat dosis obatnya terus bertambah, yang saya ma tanyakan :
    1. apakah penyakit saya bertambah parah dengan ditambahnya dosis obat itu…
    2. sudah 1 tahun saya menikah, tapi belum juga punya keturunan, apakah obat-obat yang saya minum berpengaruh.
    sekarang saya sedang mengkonsumsi obat :
    1. rifampicin 600 (1×1)
    2. INH 400 (1×1)
    3. Vit A 6000 I.U (1×1)
    4. Pyrazinamid 1000 mg (1×1)
    5. Ketokonazole (2×1)
    6. Griseofulvin (2×1)
    7. siruf Lasal (2×1)
    Monon penjelasan.Terimakasih sebelumnya

Leave a Comment





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Custom Search




 

Menelisik Pengertian Bronchitis

Oleh: AnneAhira.com Content Team
  ( 3 )   |   Jumlah komentar: 0
SHARE :   Facebook     Twitter     Blogger     Wordpress

Anda sering mendengar kata ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)? Tentu saja! ISPA begitu akrab di telinga orang-orang yang berada di negara-negara berkembang. Bahkan, bisa dikatakan, ISPA adalah penyakit bagi rakyat di negara-negara miskin. Alasannya, kebanyakan jumlah penderita ISPA berada di negara yang memiliki sanitasi dan lingkungan yang buruk. Dan, ini pasti dimiliki oleh negara-negara miskin dan negara berkembang, seperti Indonesia.
Tentang Bronchitis
Bronchitis adalah penyakit peradangan saluran pernapasan utama ke paru-paru (peradangan bronchi). Bronchitis ini merupakan salah satu contoh penyakit ISPA. Tepatnya, penyakit ISPA bawah, yaitu paru-paru.
Penyakit bronchitis adakalanya merupakan penyakit kelanjutan dari flu, sinus, atau radang tenggorokan.
Penyebab Bronchitis
Penyakit bronchitis disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya adalah infeksi virus yang ada di udara (terhirup oleh hidung dan masuk ke paru-paru); infeksi bakteri yang ada di udara; adanya makanan yang masuk ke dalam bronchi; dan lain-lain.
Faktor Risiko Bronchitis
Faktor yang memperbesar kemungkinan seseorang terkena bronchitis biasanya adalah orang tua yang lanjut usia, bayi, atau anak-anak (karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah); perokok; serta orang yang mempunyai kelainan jantung dan paru-paru.
Macam-macam Bronchitis
Bronchitis terbagi menjadi 2 jenis sebagai berikut.
  • Bronchitis akut. Yaitu, bronchitis yang biasanya datang dan sembuh hanya dalam waktu 2 hingga 3 minggu saja. Kebanyakan penderita bronchitis akut akan sembuh total tanpa masalah yang lain.
  • Bronchitis kronis. Yaitu, bronchitis yang biasanya datang secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Terutama, pada perokok. Bronchitis kronis ini juga berarti menderita batuk yang dengan disertai dahak dan diderita selama berbulan-bulan hingga tahunan.
Gejala Bronchitis
Penyakit bronchitis memberikan gejala-gejala batuk yang disertai dahak (jika dahaknya berwarna hijau-kuning maka ada infeksi bakteri); napas yang pendek-pendek; sesak napas; sakit otot; demam; dan sakit dada.
Pengobatan Bronchitis
Pengobatan yang dilakukan untuk penderita bronchitis bergantung pada jenis bronchitisnya. Misalnya, untuk bronchitis akut yang disebabkan oleh virus, pengobatan tidak boleh menggunakan antibiotik.
Infeksinya sendiri akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Penggunaan aspirin; minum air putih yang banyak; tidak merokok; dan beristirahat dengan cukup akan mempercepat penyembuhan. Jika gejala tidak berkembang, dokter akan memberi obat inhaler (yang bisa dihirup).
Untuk bronchitis kronis, merokok adalah hal yang sangat dilarang karena hal ini justru akan memperburuk kondisi, bahkan bisa merusak paru-paru. Langkah-langkah pengobatan bagi bronchitis kronis di antaranya adalah mengurangi atau menghindari polusi udara yang bisa merusak paru-paru; melakukan vaksin flu dan vaksin pencegah penyakit paru-paru setiap tahun; melakukan latihan program pernapasan; mengkonsumsi obat yang mengandung albuterol dan ipratropium; serta jika dibutuhkan diberikan bronchodilator yang disebut theophylline and steroids.
Pencegahan Bronchitis
Pencegahan bronchitis bisa dilakukan dengan cara rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun; tidak merokok; melakukan vaksinasi pencegah flu dan pencegah penyakit paru-paru; serta mengurangi atau menghindari masuknya polutan ke dalam paru-paru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar