Sabtu, 13 November 2010

fadilah air Zam-zam

Re: [assunnah] >>Tambahan Fadhilah Air Zam-Zam<<

"Air Zam-zam itu dapat menjadi sebab terwujudnya keinginan peminum
saat minum". (HR Ibnu Majah 3062, Ahmad 14910, 15060 dan Baihaqi
5/148. juga diriwayatkan oleh Baihaqi 5/202 dengan sanad/jalur yang
baik)

Keutamaan Air Zam-zam Khat

"Air Zam-zam itu dapat menjadi sebab terwujudnya keinginan peminum
saat minum". (HR Ibnu Majah 3062, Ahmad 14910, 15060 dan Baihaqi
5/148. juga diriwayatkan oleh Baihaqi 5/202 dengan sanad/jalur yang
baik)

Hadis di atas dishahihkan oleh Imam Hakim, Mundziri, Dimyati, dan
dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar, Ibnul Qoyyim (Zadul Maad
4/361) dan pentahkik Adab Syar'iyah 3/49, juga dishahihkan oleh
pentakhrij Zadul Maad 4/360 dan Imam Nashiruddin al-Albani di Irwaul
Ghalil 1123, Shahihah 883, Shahih Jami' Shaghir 5502 dan dishahih
Sunan Ibnu Majah.

Hadis di atas menunjukkan betapa besar khasiat dan keutamaan air Zam-
zam untuk berbagai kebutuhan; salah satu di antaranya adalah untuk
pengobatan.
Ibnul Qoyyim berkata, "Banyak orang, bukan hanya saja telah mencoba
menyembuhkan penyakit dengan air zam-zam. Ternyata air ini
menghasilkan hal-hal yang menakjubkan. Telah ku obati berbagai
penyakit dengannya dan ternyata sembuh dengan izin Allah. Kusaksikan
sendiri orang yang mengkonsumsi air ini selama labih kurang setengah
bulan. Selama jangka waktu itu ia tidak merasa lapar bahkan mampu
berthawaf mengelilingi Ka'bah sebagaimana orang pada umumnya. Bahkan
ia bercerita kepadaku bahwa ia selama 40 hari hanya mengkonsumsi air
Zam-zam, namun ia memiliki kekuatan untuk berhubungan biologis
dengan istrinya. Juga mampu berpuasa dan berthawaf berkali-kali".

Bagitu besar faedah Zam-zam, sampai-sampai Nabi Saw. rela membawa
air Zam-zam dari Makah untuk dibawa pulang ke Madinah.

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada
kami Khala' bin Yazid al-Ja'fiy, telah menceritakan kepada kami zahr
bin Mu'awiyyah dari Hisyam bin U'rwah dari bapaknya dari Aisyah ra.
Bahwa ia membawa air Zam-zam dan mengabarkan bahwa Rasulullah Saw.
dahulu membawanya pula". (HR Tirmidzi 963 dan Baihaqi 5/202,
dihasankan oleh Tirmidzi dan disetujui oleh Syuaib al-Arnauth dan
Abdul Qodia al-Arnauth/Zadul Maad 4/360). Riwayat ini juga
disampaikan oleh Imam Bukhari dalam Tarikh Kabir 3/189 dengan lafadz:

Bahwasanya Aisyah ra. Membawa air Zam-zam didalam Artikan
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mubarak, bahwa tatkala beliau
berhaji, beliau mendatagni sumur Zam-zam lalu berkata, "Ya Allah,
sesungguhnya Ibnu Abi al-Mawali bercerita kepada kami dari Muhammad
Ibnu Abi al-Munkadir dari Jabir r.a. dari Nabimu Saw; sesungguhnya
aku akan meminumnya untuk menghilangkan dahaga di hari kiamat".

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad, telah menceritakan
kepada kami U'baidillah bin Musa dari Usman bin Aswad dari Muhammad
bin Abdirrahman dari Abu Bakar berkata, "Saya duduk disamping Ibnu
Abbas, datang padanya seseorang, maka ia berkata : "Dari mana
engkau?" Ia menjawab, "dari Zam-zam" maka ia berkata, "Apakah engkau
minum sebagaimana mestinya?" ia menjawab, "Bagaimana itu" Ia
menjawab, "Jika engkau hendak meminum maka menghadaplah ke arah
kiblat, dan sebutlah nama Allah dan bernafaslah tiga kali, dan
penuhilah perutmu dari air Zam-zam, jika engkau telah usai
ucapkanlah al-Hamdulillah, karena sesungguhnya Rasulullah Saw.
bersabda, "Sesunguhnya Artikan antara kami dan orang-orang munafik,
mereka tak hendak memenuhi perut mereka dengan air Zam-zam" (HR
Turmudzi 3061)

Ibnu Muflih berkata, "Air Zam-zam adalah air yang mulia dan penuh
berkah. Bahkan air yang paling mulia dan paling agung menurut
pandangan manusia. Ia menjadi sebab terwujudnya tujuan air ini saat
diminum dan dianjurkan memenuhi perut dengannya sebagaimana terdapat
dalam hadis. Hal itu juga disebutkan dalam fikih". (Adab Syar'iyah
3/49)

Ibnu Abbas jika minum air Zam-zam beliau berdoa: "Ya Allah,
sesungguhnya aku mohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang
luas, dan obat dari segala obat".(HR Hakim, dan diceritakan oleh
Syaukani dalam Tuhfatudz Dzakirin hal 214-215)

Dalam Shahih Muslim dalam hadis keislaman Abu Dzar, Rasulullah Saw.
Bersabda, tentang air Zam-zam: "Air Zam-zam sungguh merupakan makanan
orang yang lapar dan obat bagi penyakit". (Lihat Bidayah 2/648).

Imam Suyuthi berkata, "Diceritakan bahwa Ibnu Hajar al-Atsqolani
minum air Zam-zam agar bisa mencapai derajatnya Imam Dzahabi dalam
keilmuannya, ternyata beliaupun sampai ke derajat itu dan
melampauinya". (Muqadimah Tahqiq Subulus Salam)

Al-hakim berkata Abu Bakar Muhammad bin Munkadir memberi kabar
kepada kami bahwa beliau mendengar Imam Ibnu Khuzaimah, "Dari mana
engkau mendapatkan Ilmu?" Maka beliau berkata, "Rasulullah
bersabda, "Fungsi air Zam-zam menurut niat peminumnya," Dan
sesungguhnya saat meminumnya aku meminta kepada Allah ilmu yang
bermanfaat" (Siyar Alamin Nubala' 14/370).


Chandraleka <hchandraleka@...> wrote:
Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ....

Benar bahwa air zam zam itu membawa berkah. Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)

"Air zam zam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang
mengenyangkan (dan obat bagi penyakit)" (HR. Muslim IV/1922).

Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas di bukunya memasukkan waktu yang
dikabulkannya do'a salah satunya adalah ketika meminum air zam zam
disertai dengan niat yang tulus. (Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab
& Sebab Terkabulnya Do'a, Pustaka Imam 'Asy Syafi'i, Cetakan I, hal.
12, point 28). Tetapi beliau tidak menuliskan dalilnya. Mungkin yang
dalilnya adalah hadits di atas. Wallahu'alam.

Karena orang orang yang pulang dari pergi haji itu membawa air zam
zam dalam jumlah yang sangat terbatas, tentu saja dibagi bagikan ke
orang orang di tanah air (keluarganya) secara terbatas sekali dan
hanya dapat di gelas gelas kecil yang penting bisa meminum air zam
zam.

Wassalamu'alaikum

Chandraleka
Independent IT Writer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar