Jumat, 25 Agustus 2017
Selasa, 05 April 2016
cara copi aplilkasi/software dari komputer ke komputer
Cara Copy Aplikasi / Software dari Komputer ke Komputer (Copy PES 2013)
Namun disini saya ingin share tips saya untuk meng-copy program aplikasi atau software dari komputer ke komputer tanpa software dan juga tanpa menggunakan kabel atau konektor lainnya.
Yang sobat butuhkan hanya flashdisk atau penyimpanan eksternal lainnya untuk menyimpan file aplikasi tersebut. Saya pernah meng-copy game seperti PES 2013, FIFA 2014 dan NFS Most Wanted. Untuk program lain selain game seperti Ccleaner dan KMPlayer.
Namun aplikasi atau software di luar yang sudah saya sebutkan di atas ada beberapa yang belum pernah saya coba untuk copy. Semoga saja kurang lebih caranya sama dan work 100%.
Cara Copy Aplikasi / Software dari Komputer ke Komputer (Copy PES 2013)
- Pertama saya klik kanan pada Shortcut PES 2013 di layar desktop, kemudian pilih Open file location. Bagi anda yang sudah mengetahui lokasi filenya bisa langsung membuka Windows Eksplorer.
Pada kasus untuk beberapa program Game, maka ketika kita klik Open file location maka kita akan masuk ke list Games. Jika terjadi seperti itu anda harus mencari File datanya pada Windows Explorer (biasanya terdapat pada Disk C/D/E kemudian Program Files).
2. Disini Program PES 2013 terletak pada Windows Explorer: Computer – Disk D – Program Files – KONAMI – Pro Evolution Soccer 2013
Nah, disini saya meng-copy Folder Konami. Kenapa tidak Folder yang lain? Ya karena memang File gamenya sudah menjadi satu dalam Folder Konami.
3. Anda bisa meng-copy file tersebut ke flashdisk atau penyimpanan eksternal lainnya seperti Micro SD. Tunggu sampai proses copy selesai.
- Lalu setelah selesai anda bisa menaruh (copy/paste) File tadi ke Komputer/Laptop sobat. Terserah selera mau ditaruh pada Disk C/D/E. Yang penting menaruh gamenya pada direktori yang sama yaitu Disk C/D/E – Program Files.
5. Lalu setelah file selesai di copy/paste pada Komputer sobat, tinggal mencari File.Exe. Disini adalah pes2013.exe seperti pada gambar di atas yang saya lingkari dengan tanda merah.
6. Jalankan pes2013.exe dan biasanya Shortcut akan otomastis muncul pada Dekstop.
Pertanyaan yang sering muncul:
- Kenapa tidak ada shortcut program pada Dekstop?
Jawab: sobat bisa klik kanan pada File.exe tadi kemudian klik Send to – Dekstop (Create Shortcut) - Kenapa Program tidak bisa dibuka?
Jawab: Pada beberapa kasus ada program yang tidak bisa dibuka entah terkait lisensi atau bagaimana. Biasanya masalah tersebut karena Registry yang belum ada di ada di komputer anda. Maka sebaiknya copy Registrynya juga, yang belum tahu caranya bisa membaca artikel saya sebelumnya: Cara Menemukan dan Copy/Export Registry
Contoh:
- Copy: pada Disk D > Program Files > KONAMI
- Maka ketika paste ke komputer kita juga di Disk (C/D/E) > Program Files > KONAMI
Yang ini menarik juga loh, yuk baca:
Cara Copy Aplikasi / Software Komputer Ke Flashdisk
Cara Screen Shot (Capture) pada Komputer Menggunakan Snipping Tools
Cara Mengembalikan Aplikasi, Software atau Program Terhapus pada Windows tanpa Software
Cara Melakukan System Restore, Mengembalikan Pengaturan Komputer
3 Program Aplikasi / Software Pemutar Video Terbaik di Komputer / Laptop
Cara Menemukan (Copy, Export) Registry Software, Program, Aplikasi pada Komputer
Cara Mengetahui Jumlah RAM yang Terpakai Oleh Program
Cara Agar File PDF Tidak Bisa di Copy Paste (Copas)
Cara Menghemat Baterai Laptop Saat Tidak di Cas
Cara Menyembunyikan File atau Folder Komputer, Laptop
Cara Install Bluestacks di Laptop / PC Komputer
Cara Install Windows 7 Lengkap Dengan Gambar, Panduan Dan Tutorial
cara mentransfer windows installer ke flashdisk
Cara mentransfer windows installer ke flashdisk
Posted by Ahmad Syifa' on 20.24 with 12 comments
Langkah-langkah Mentransfer Windows installer ke Flashdisk -
menginstal window merupakan keahlian tersendiri bagi orang awam seperti
kita, karena hampir setiap pembeli PC atau laptop baru tidak bisa
mengistall sendiri OS atau windows nya. nah untuk kali ini saya samsul
plur ingin berbagi langkah-langkah Mentransfer Windows installer ke
Flashdisk yang di sertai gambar agar lebih jelasnya. nah langsung saja
kita cek di bawah apa saja langkah-langkah yang harus di lakukan untuk
Mentransfer Windows installer ke Flashdisk :
2. Sumber Windows 7/XP (bisa dari DVD atau dari Hard Disk).
Persiapan yang diperlukan hanya 3, yaitu:
1. Flashdisk minimal 4 Gb untuk
Windows 7 dan 2 Gb untuk Windows XP.
2. Sumber Windows 7/XP (bisa dari DVD atau dari Hard Disk).
3. Software (Wintoflash) untuk
Mentransfer CD installer Windows XP atau DVD installer Windows 7 ke Flashdisk. Download Wintoflash di link ini atau di link ini.
Catatan: Ada beberapa macam software yang dapat digunakan untuk mentransfer windows, namun menurut saya inilah yang sangat mudah dan sederhana, karena Software ini Gratis, dan tidak memerlukan Software pendukung lainnya. (Cukup Software ini saja).
Catatan: Ada beberapa macam software yang dapat digunakan untuk mentransfer windows, namun menurut saya inilah yang sangat mudah dan sederhana, karena Software ini Gratis, dan tidak memerlukan Software pendukung lainnya. (Cukup Software ini saja).
Langkah-langkah Mentransfer
Windows installer ke Flashdisk :
1. Download Software Wintoflash (Disini saya menggunakan versi Terbaru
0.7.0054, Januari 2013), Pilih Latest Version (Perhatikan Versinya),
karena versi sebelumnya berbeda. Hasil dari download di jalankan,
kemudian akan download otomatis, dan hasilnya ada di Desktop, kemudian
pindahkan (Copy atau Cut) hasil download ke mana saja, misalnya ke My
Documents.
2. Setelah selesai Download, Kemudian klik kanan Extract menggunakan Winrar dan Jalankan Wintoflash.
3. Saat Pertama kali dijalankan,
Ada konfirmasi Persetujuan, (I Accept) kemudian Next- Next sampai Muncul
Tampilan Windows Setup Transfer Wizard.
4. Windows Setup Transfer Wizard,
Pilih Tab Advanced Mode, Kemudian untuk Windows 7 Pilih Transfer Windows Vista/2008/7/8 setup to
USB drive, Kemudian klik Create. (Untuk Windows XP Pilih Transfer Windows XP/2003 setup to USB drive).
![]() |
| Cara Install Windows 7 Dari Flash Disk Menggunakan Wintoflash |
5. Pilih drive Sumber Windows (Biasanya kepingan CD/DVD Windows) dan
drive flashdisk yang akan ditransfer.
6. Klik Run, Dan tunggulah
beberapa menit sampai proses transfer selesai, biasanya sekitar 5-15 menit,
tergantung kecepatan komputernya. Jika telah selesai di exit saja, dan Flash
Disk sudah terinstall Windows dan dapat digunakan.
Categories: Tech
Archives
-
▼
2013
(19)
-
▼
November
(19)
- Mengubah Corel draw menjadi Gambar biasa
- Kode Perintah Rahasia BlackBerry
- Pemotong dan Edit Film Portable
- Cara memindahkan program yang sudah Terinstall Ke ...
- Cara Mengcopy Paste Tulisan Dari Command Prompt
- Cara Memblok Website Dengan Notepad
- Cara memformat harddisk dengan sistem low level fo...
- Memulihkan Data dari USB FlashDisk Corrupt
- cara bobol Password administrator windows
- cara mematikan autorun windows
- Tips setting IP address
- cara mempercepat kerja komputer
- Cara Edit File XML Template Blogspot
- cara menguninstall NetCut
- Cara mentransfer windows installer ke flashdisk
- cara menginstall windows 7 lewat flashdisk
- cara mudah mengatasi lupa password windows 7
- cara menghilangkan Virus shortcut
- 16 material termahal di dunia
-
▼
November
(19)
Selasa, 24 Februari 2015
swot revitalisasi posyandu
Analisa SWOT Revitalisasi Posyandu
6 Votes
Analisa SWOT Program Revitalisasi
Posyandu dan Perbaikan Gizi
Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Karang Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar
Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Karang Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan
I. Program Revitalisasi Posyandu dan
Perbaikan Gizi
A. Latar Belakang
Program Revitalisasi Posyandu dan Perbaikan Gizi dilaksanakan untuk mengfungsikan 250.000 posyandu yang terdapat di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
1. Posyandu yang masih aktif , dana reivitalisasi dapat bermanfaat untuk :
a. Transportasi kader pada saat kegiatan
b. Penyuluhan gizi dan kesehatan
c. Pemberian makanan tambahan penyuluhan (PMT Penyuluhan)
d. Kunjungan rumah
e. Pembelian alat tulis kader.
2. Posyandu yang kurang aktif atau tidak aktif akan digunakan sebagai :
a. Kegiatan pelatihan kader baru
b. Penyegaran kader
c. Tranportasi kader pada saat kegiatan
d. Penyuluhan gizi dan kesehatan
e. Pemberian makanan tambahan dan penyuluhan
f. Kunjungan rumah
g. Alat tulis untuk kader
B. Tujuan Program
1. Umum :
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar tercapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.
2. Khusus :
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.
C. Sasaran
Sasaran program ini adalah seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan seluruh jaringannya serta layanan rujukan medis ke Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta yang ditunjuk.
D. Sumber Dana
Dana untuk pelayanan di puskesmas dan jaringannya bersumber dari APBN-P yang dialokasikan melalui DIPA program upaya kesehatan masyarakat
Besarnya dana revitalisasi posyandu dan perbaikan gizi yang diterima puskesmas dan jaringannya adalah disesuaian dengan kebutuhan
E. Program Kegiatan Posyandu di Wilayah Pustu Karang Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
1. Penimbangan Balita
2. Pemberian PMT
3. Deteksi dini tumbuh kembang
4. Penyuluhan
5. Pelayanan imunisasi
6. Pemeriksaan ibu hamil
7. Pemberian Fe ibu hamil
F. Pelaksana :
1. Kader posyandu
2. Kader penyuluhan dan perbaikan gizi
3. Bidan wilayah
4. Perangkat Desa
5. petugas PLKB
G. Pejabat dan tokoh terkait :
1. Camat kepala wilayah Kecamatan Ponggok
2. Kepala Desa dan staff
3. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
4. Orang Tua Balita
A. Latar Belakang
Program Revitalisasi Posyandu dan Perbaikan Gizi dilaksanakan untuk mengfungsikan 250.000 posyandu yang terdapat di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
1. Posyandu yang masih aktif , dana reivitalisasi dapat bermanfaat untuk :
a. Transportasi kader pada saat kegiatan
b. Penyuluhan gizi dan kesehatan
c. Pemberian makanan tambahan penyuluhan (PMT Penyuluhan)
d. Kunjungan rumah
e. Pembelian alat tulis kader.
2. Posyandu yang kurang aktif atau tidak aktif akan digunakan sebagai :
a. Kegiatan pelatihan kader baru
b. Penyegaran kader
c. Tranportasi kader pada saat kegiatan
d. Penyuluhan gizi dan kesehatan
e. Pemberian makanan tambahan dan penyuluhan
f. Kunjungan rumah
g. Alat tulis untuk kader
B. Tujuan Program
1. Umum :
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar tercapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.
2. Khusus :
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.
C. Sasaran
Sasaran program ini adalah seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan seluruh jaringannya serta layanan rujukan medis ke Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta yang ditunjuk.
D. Sumber Dana
Dana untuk pelayanan di puskesmas dan jaringannya bersumber dari APBN-P yang dialokasikan melalui DIPA program upaya kesehatan masyarakat
Besarnya dana revitalisasi posyandu dan perbaikan gizi yang diterima puskesmas dan jaringannya adalah disesuaian dengan kebutuhan
E. Program Kegiatan Posyandu di Wilayah Pustu Karang Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
1. Penimbangan Balita
2. Pemberian PMT
3. Deteksi dini tumbuh kembang
4. Penyuluhan
5. Pelayanan imunisasi
6. Pemeriksaan ibu hamil
7. Pemberian Fe ibu hamil
F. Pelaksana :
1. Kader posyandu
2. Kader penyuluhan dan perbaikan gizi
3. Bidan wilayah
4. Perangkat Desa
5. petugas PLKB
G. Pejabat dan tokoh terkait :
1. Camat kepala wilayah Kecamatan Ponggok
2. Kepala Desa dan staff
3. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
4. Orang Tua Balita
II. Analisis SWOT
Format Matriks SWOT
Eksternal
Internal Opportunity Treaths
Strength SO Strategies ST Stategies
Weakness WO Strategies WT Strategies
Format Matriks SWOT
Eksternal
Internal Opportunity Treaths
Strength SO Strategies ST Stategies
Weakness WO Strategies WT Strategies
A. Strength ( Kekuatan)
1. Jaringan kerjasama antar sector sangat baik. (camat, kepala desa dan tokoh masyarakat serta dukungan orang tua balita).
2. Pelaksana dan petugas kegiatan siap melayani masyarakat kapanpun diperlukan.
3. Informasi tentang pentingnya hidup sehat, imunisasi dan pendidikan telah sampai pada masyarakat
4. Tersedianya fasilitas tempat, kendaraan dan akses jalan sudah baik.
5. Dukungan dana APBD dalam penyediaan obat dan vaksin lancar.
B. Weakness (Kelemahan)
1. Sasaran posyandu tersebar dalam beberapa pedukuhan dengan akses jalan yang sulit .
2. Faktor pendidikan dasar yang rendah sehingga tidak jarang warga masyarakat yang tidak mengerti apa pentingnya imunisasi misalnya.
3. Faktor keyakinan dan adat istiadat kuno yang masih dipegang teguh masyarakat sehingga dapat menghambat program penyuluhan . Misalnya : Banyak anak banyak rejeki.; Jika anaknya di imunisasi malah jadi sakit (panas) sehingga ibu bayi enggan ke posyandu untuk mengikuti program imunisasi.
4. Keadaan social ekonomi masyarakat dengan pendapatan rendah membuat program promosi hidup sehat terhambat.
C. Opportunity (Peluang)
1. Banyak warga dan tokoh masyarakat yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu kepentingan masyarakat.
2. Derasnya arus informasi membantu secara tidak langsung akan tertangkapnya program promosi kesehatan lewat televisi, internet dan banner.
D. Treaths (Ancaman / Gangguan)
1. Arus globalisasi juga berdampak buruk bagi masyarakat pedesaan. Dengan semakin bertambahnya pendapatan masyarakat utamanya yang mencari nafkah di luar negeri. Tidak bersedia lapor bila sedang menderita penyakit tertentu. Sehingga bayi dan anak-anak terkadang datanya tak terlacak.
2. Penghasilan rendah mebuat ibu turut mencari nafkah, akibatnya banyak anak balita yang tidak tertib dalam mengikuti posyandu.
E. SO strategies: ini merupakan situasi yang menguntungkan. Puskesmas memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented stategy). Dengan menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.
F. ST strategies: dalam situasi ini pihak bidan wilayah dan puskesmas menghadapi berbagai ancaman, tetapi masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang. Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.
G. WO strategies: dalam situasi ini puskesmas dasn jaringannya menghadapi peluang pasar yang besar, tetapi juga menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi pada situasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik. Dengan menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang.
H. WT strategies: ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan, sehingga perusahaan harus menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Dengan menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.
1. Jaringan kerjasama antar sector sangat baik. (camat, kepala desa dan tokoh masyarakat serta dukungan orang tua balita).
2. Pelaksana dan petugas kegiatan siap melayani masyarakat kapanpun diperlukan.
3. Informasi tentang pentingnya hidup sehat, imunisasi dan pendidikan telah sampai pada masyarakat
4. Tersedianya fasilitas tempat, kendaraan dan akses jalan sudah baik.
5. Dukungan dana APBD dalam penyediaan obat dan vaksin lancar.
B. Weakness (Kelemahan)
1. Sasaran posyandu tersebar dalam beberapa pedukuhan dengan akses jalan yang sulit .
2. Faktor pendidikan dasar yang rendah sehingga tidak jarang warga masyarakat yang tidak mengerti apa pentingnya imunisasi misalnya.
3. Faktor keyakinan dan adat istiadat kuno yang masih dipegang teguh masyarakat sehingga dapat menghambat program penyuluhan . Misalnya : Banyak anak banyak rejeki.; Jika anaknya di imunisasi malah jadi sakit (panas) sehingga ibu bayi enggan ke posyandu untuk mengikuti program imunisasi.
4. Keadaan social ekonomi masyarakat dengan pendapatan rendah membuat program promosi hidup sehat terhambat.
C. Opportunity (Peluang)
1. Banyak warga dan tokoh masyarakat yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu kepentingan masyarakat.
2. Derasnya arus informasi membantu secara tidak langsung akan tertangkapnya program promosi kesehatan lewat televisi, internet dan banner.
D. Treaths (Ancaman / Gangguan)
1. Arus globalisasi juga berdampak buruk bagi masyarakat pedesaan. Dengan semakin bertambahnya pendapatan masyarakat utamanya yang mencari nafkah di luar negeri. Tidak bersedia lapor bila sedang menderita penyakit tertentu. Sehingga bayi dan anak-anak terkadang datanya tak terlacak.
2. Penghasilan rendah mebuat ibu turut mencari nafkah, akibatnya banyak anak balita yang tidak tertib dalam mengikuti posyandu.
E. SO strategies: ini merupakan situasi yang menguntungkan. Puskesmas memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented stategy). Dengan menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.
F. ST strategies: dalam situasi ini pihak bidan wilayah dan puskesmas menghadapi berbagai ancaman, tetapi masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang. Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.
G. WO strategies: dalam situasi ini puskesmas dasn jaringannya menghadapi peluang pasar yang besar, tetapi juga menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi pada situasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik. Dengan menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang.
H. WT strategies: ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan, sehingga perusahaan harus menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Dengan menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.
Terkait
Lomba Posyandu Kabupaten Blitardalam
"Motivasi"
Optimalisasi kerja Puskesmasdalam "Promosi
Kesehatan"
Hari Blidan Nasionaldalam "Kisah
Inspirasi"

About
Mbah Yat
yatinem ibu 4 orang anak
Diskusi
One
thought on “Analisa SWOT Revitalisasi Posyandu”
salam
kenal bu yati, terinspirasi sekali saya, ibu masih aktif dan juga mengasuh blog
ini.
jika berkenan, bisa kah saya mendapatkan profil puskesmas karang bendo? kebetulan sedang ada tugas kuliah.
jika berkenan, bisa kah saya mendapatkan profil puskesmas karang bendo? kebetulan sedang ada tugas kuliah.
trimakasih
banyak.
Posted
by ita | Desember 15, 2009, 12:04 pm
Berikan
Balasan
Top of Form
Bottom of Form
Kategori
- Kisah Inspirasi
- KTI
- Motivasi
- Promosi Kesehatan
- psikologi anak
- Teknologi Pangan
- Tugas Kuliah
- warta sekitar
- Wordpress Awal
Arsip
- Februari 2011
- September 2010
- Agustus 2010
- November 2009
- Oktober 2009
- Agustus 2009
- Juli 2009
- Juni 2009
- Mei 2009
- April 2009
- Maret 2009
- Februari 2009
- Januari 2009
Senarai
Blog
Meta
Follow
“"Puskesmas Pembantu" Karangbendo”
Top of Form
Get every new post delivered to your
Inbox.
Bottom of Form
Top of Form
Bottom of Form
Langganan:
Komentar (Atom)






